Blogroll

saya bagas ariya wijaya student in soneta

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 18 November 2014

PANTUN KEPAHLAWANAN



Segumpal darah membentuk raga
berawal dari setetes maani
Dimedan perang engkau berlaga
hadapi msuh gagah berani

Lemakna nasi bergulai udang
Lemak berbau santan kelapa
Rela ku mati berputh tulang
Tidak kumahu berputh mata

PANTUN AGAMA

Ada monyet naik sepeda
Sudah dikejar tidak ketemu
Ayo kawan selagi muda
Rajin-rajinlah menuntut ilmu

Ada banyak burung nuri
Tiap pagi hinggap diatas pagar
Haruslah belajar setiap hari
Dijamin pastilah bertambah pintar

PANTUN AGAMA


Sebelah kanan gunung
Sebelah kiri gunung
Daripada kita bingung-bingung
Kayak orang linglung
Mending kita cari untung

Naik layar sama si Egi
Ada halilintar di langit biru
Belajar itu tidak bikin rugi
Orang pintar jarang ditipu

PANTUN AGAMA


Kalau suka main gitar
Mainlah di atas pagar
Kalau mau jadi anak yang pintar
Jangan suka malas belajar

Sarimin pergi ke pasar
Ditemenin sama mantu bejat
Hati-hati kalau ke pasar
Disono banyak penjahat

PANTUN AGAMA


Terang bulan terang bercahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jikalau hendak hidup bahagia
Beramal ibadat sebelum mati

Asam rumbia dibelah-belah
Buah separuh di dalam raga
Dunia ikut firman Allah
Akhirat dapat masuk surga

PANTUN AGAMA


Redup bulan nampak nak hujan
Pasang pelita sampai berjelaga
Hidup mati di tangan Tuhan
Tiada siapa dapat menduga

Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicuba

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites